Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

SISI “RUH” DARI HAJI

Haji adalah ibadah yang mencakup semua, perjalanan yang menghalangi, buah yang sudah matang, berkumpulnya setiap muslim dari segala penjuru, dari sisi bumi yang ramai, di darat laut dan udara, berjalan dengan kaki telanjang, seperti gigi sisir, menteri disamping orang biasa, orang tua dengan anak kecil, si kaya berdampingan dengan si miskin, tidak ada keutamaan bagi Arab dari ajam demikian juga dengan yang putih dengan yang hitam kecuali dengan ketakwaan dan keikhlasan serta amal shaleh, mereka dipersatukan  oleh harapan yang sama, dan dikumpulkan oleh jalan yang sama, didorong oleh tujuan yang sama yaitu ridha Allah yang esa dan maha satu, mereka melantunkan talbiyah dengan suara tinggi, “aku datang ya Allah memenuhi panggilanMu, kupenuhi panggilanmun tanpa serikat bagiMu, kupenuhi panggilanMu sesungguhny pujian nikmat dan kekuasaan hanya untukMu, tidak ada serikat bagiMu” itu mereka lakukan demi memenuhi panggilan abadi “Panggillah manusia untuk berhaji mereka akan datang berjalan kaki dan berkendaraa dari penjuru yang sangat jauh, untuk menyaksikan manfaat bagi mereka dan menyebut nama Allah pada hari-hari tertentu” QS. Alhaj. 27-28, menghormati masya’ir dan mengagungkan syi’ar,  “Siapa yang mengagungkan syi’ar Allah maka sesungguhnya itulah ketakwaan hati” QS. Alhaj. 32, dan mengagungkan baitullah “Ya Allah tambahkan baitMu ini keagungan dan kemuliaan, kekaguman dan kebaikan, dan tambahkanlah siapa yang menziarahinya dari yang barhaji dan umrah keangungan, kemuliaan dan kekaguman” mereka mencium hajar aswad: “Aku tahu bahwa engaku hanya batu belaka yang tiada memberi manfaat dan mudharat, kalaulah bukan aku melihat Rasulullah menciummu niscaya aku tidak akan menciummu” HR. Muttafaqun Alaih.

Mereka shalat di maqam “Mereka menjadikan maqam Ibrahim sebagai tempat shalat” QS. Albaqarah; 125, dan mereka tawaf sekeliling ka’bah di bumi di posisi yang sama tawafnya para malaikat di langit: “kemudian mereka menghilangkan kotoran mereka dan mememnuhi janji-janji mereka dan thawaf di rumah tua (ka’bah)’ QS. Alhaj; 29.

Kemudian mereka sa’i antara safa dan marwah, mengambil sebab dan menghalalkan rezki serta megharap keberkahan: “Sesungguhnya safa dan marwah adalah syi’ar Allah dan siapa yang haji dan umrah maka tidak ada dosa bati mereka untuk tawaf di kedua tempat itu dan siapa yang melakukan pekerjaan sunnah yang baik  maka sesungguhnya Allah maha menerima syukur dan maha mengetahui” QS. Albaqarah; 158.

Mereka mencium satu batu dan melempar batu yang lain, karena ketaatan kepada Allah dan mengikuti RasulNya, bukan karena falsafah akal dan juga bukan karena pendapat intoleran, namun karena tuntutan iman dan petunjuk Allah.

Haji adalah kewajiban yang berkah, aroma yang kuat dan perjalanan sukses dimana manusia berhaji ke lempeng tersuci di bumi, dan tempat termulia di dunia, itulah bumi yang diinjak oleh Rasulullah dan beliau menerima wahyu di sana, menyaksikan turunnya Alquran, dan ia adalah tempat bernaungnya para nabi, dan tempat turunya malaikat, dan tempat terbitnya ketakwaan, dan sumber keimanan, inilah bumi yang Allah perintahkan Ibrahim untuk membawa anaknya dan meninggalkannya di sana, dalam keadaan menyusu dan tanpa daya, maka ia besar di sana berkembang, dan Allah tolong ia setelah itu ntuk membangun Masjidil Haram di bumi ini, dimana nantinya masjid ini menjadi kiblat kaum muslimin dalam perkumpulan mereka, shalat mereka serta haji mereka. “dan Ketika Ibrahim  mengangkat pondasi batullah dengan Ismail, ya Allah terimalah dari kami sesungguhnya engkau maha mendengar lagi maha mengetahui” QS. Albaqarah; 127.

Haji adalah syari’at yang suci yang diwajibkan Allah kepada hambanya muslim, sehingga ia menjadi perjalanan rohani dan jalan yang disunnahkan serta syari’at ketuhanan, serta ibadah nurani yang bersatu disana setiap muslim serta mereka mengeluarkan kemampuan meraka dalam melaksanakannya, rukun mereka sama, mereka gembira dengan kewajiban itu jalan mereka diterangi dan hati mereka disucikan serta dosa mereka diampuni; “Siapa yang berhaji tidak berkata buruk, dan tidak berbuat kefasikan, niscaya ia akan Kembali seperti dilahirkan ibunya Kembali”

Ia adalah kewajiaban yang disyari’atkan Allah kepada hambaNya muslim dan dijadikan sebagai syarat sampainya keIslaman mereka, kesempurnaan agama mereka kesempurnaan nikmat bagi yang mampu: “hari ini aku sempurnakan agamamu untuk kalian dan aku sempurnakan nikmatKu dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.”

Ia adalah instrument untuk memecah perbedaan hidup, dan ia menjadi sangat tinggi bagi pencinta dunia, tidak ada beda antara si kaya dan si miskin, dan juga tidak ada beda antar hakim dan tersangka, antara tuan dan hamba, antara orang umum dan khusus, semuanya sama-sama menunjukkan akhlak perbuatan mereka dengan penuh kesabaran, dan metode yang kuat dalam berjihad, dan kemungkian kesusahan, untuk menyaksikan menfaat bagi mereka dunia dan agama mereka.

Haji adalah ibadah komplit muslim, mempersatukan mereka, mereka membaca kitab yang sama yaitu Al-Quran al-Karim, mengikuti nabi yang sama yaitu Muhammad  yang jujur dipercaya, menyembah tuhan yang sama yaitu Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, menghadap kiblat yang sama yaitu ka’bah  yang suci di batul atiq.

Jika shalat adalah ibadah ruh dan badan mendapat bagian juga “naik ke sisi Allah yang maha tinggi jauh dari beratnya dunia dan tarikan kehidupan” Puasa  adalah ibadah ruh dan Kesehatan pun dapat bagian “puasalah kalian niscaya kalian akan sehat” , dan zakat adalah ibadah ruh dan mensucikan harta mendapat bagian: “ambillah dari harta mereka sedekah untuk membersihakan mensucikan mereka dari harta mereka itu”  QS: Attaubah. 103. Maka haji adalah ibadah ruh yang mencakup semua ibadah di atas, disitu ada shalat, ada puasa, ada zakat, demikian juga  haji adalah ibadah sosial dan berkumpul di sana ribuan muslim dari timur dan barat bumi, mereka berbeda-beda baik Bahasa, warna, bentuk dan mereka menjadikan ka’bah satu arah.

Diatas  semua itu maka haji adalah ibadah ruh dengan berzikir dan berdo’a, dan ibadah ekonomi dengan jual beli, dan ibadah politik dengan bermusyarah dan bertukar pikiran, dan ibadah sosial dengan kecintaan dan persaudaraan.

Syi’ar haji menyatu dengan ruhani dalam keberkahan, petunjuk dan ketakwaan di baitullah al atiq dan di raudhah Rasul yang mulia.

Ada penilitian yang dialakukan Al-Azhar yang kudapat bahwa ka’bah merupakan alat untuk pengobatan rohani layaknya alat pengobatan memakai ronsgen, dan yang mendirikan ka’bah adalah para malaikat atas perintah Allah, Ialah yang menjadikan awan melindungi Ibrahim dan Ismail , menentukan batas ka’bah yang mereka angkat dasarnya, dan ka’bah awalnya adalah sebentuk ruangan persegi empat, dan disisi utara setengah lingkaran merupakan hijir Ismail dan dikelilingi dinding dengan tinggi 1.3 meter.

Haji memberi makan ruh yang letih, membuka pintu yang tetutup dan menghilangkan kefakiran ektrim, menghapus akumulasi dosa, sebagaimana emas dan besi dibersihkan dengan kir (tempat menyalakan api), sesuai sabda Rasulullah : “ikutlkanah antara haji dan umrah karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana kir menghilangkan kotoran emas dan besi,  dan tidak ada balasan  haji mabraur selain surga”

Haji mempunyai waktu tertentu yaitu bulan-bulan haji, tempat tertentu yaitu baitullah dan orang tertentu yaitu mereka yang sanggup secara materi keamanan dan Kesehatan.

Rasulullah keluar dari Madinah setelah melaksanakan shalat zuhur, Beliau berhenti di Zulhalaifah dan shalat Ashar dua rakaat di sana, kemudian menginap di sana, dan shalat magrib, isya dan subuh serta zuhur, kemudia ia mandi ihram dan memakai kainnya dan ridda’nya dan berwewangian kemudian menaiki ontanya di Baida’ dan berniat untuk haji dan umrah.

Itulah ruhaninya haji, dimana banyak ayat memberitakan, dan bertemunya kenangan, dan menyatunya khutbah, berkumpulnya ibadah di lempengan terbaik yang pernah aku tahu di bumi dan yang dibesarkan dunia dan dimuliakan agama dan diangkat oleh sejarah, dan diabadikan Al-Quran, dan dimuliakan Yang Makah Penyayang, ada ayat yang berbicara tentang itu; “disitu ada tanda-tanda yang jelas, maqam Ibrahim, siapa yang memasukinya niscaya akan aman, kewajibah untuk Allah terhadap manusia melaksankan haji ke baitullah bagi yang sanggup melakukan perjalanan ke sana, maka siapa yang kafir sesungguhnya Allah Maha Kaya dari sekalian Alam. QS: Ali Imran. 97. Disana ada keamanan dan kesucian: “Ketika kami jadikan baitullah tempat mendapat pahala dan keamanan dan mereka menjadikan maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, dan kami janjikan kepada Ibrahim dan Ismail agar membersihkan rumahKu untuk mereka yang thawaf, beribadah ruku’ dan sujud” QS; Albaqarh. 125.

Sisi Ruh dari haji ini melampaui dirinya, memberikan perasaan yang tidak bisa diungkapkan kepada kita, perasaan yang tidak bisa ditulis, dan perasaan yang tidak bisa diceritakan, namun hanya pelakunya saja yang merasakannya, dan dirasakan oleh mereka yang menghadirinya, dan dikecap oleh mereka yang memenuhi panggilannya, melihat ke ka’bah, memeluk hajar, shalat di maqam, sa’i seperti Hajar, taat seperti taatnya Ismail, berkurban sebagiman Ibrahim berkurban, dan tawaf sebagaimana Muhammad SAW tawaf, mencium hajar seperti Umar RA menciumnya, hanya karena cinta, keinginan dan keikhlasan, semoga orang yang datang silih berganti, yang tahawaf demikian juga yang yang sa’i juga demikian maka bertambahlah keimanan dan turunlah ampunan dan tersebarlah dan datanglah keamanan.

“Ya Allah beri kami rezki Haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan usaha yang penuh syukur”

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abrar Ali Amran

Penerjemah Kemenag Tanah Datar

Sumber : https://www.alukah.net/spotlight/0/156011/الجانب-الروحي-في-الحج/

 1,972 total views,  1 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 6 4 8 2 5
Users Today : 10
Users Yesterday : 47
Views Today : 15
Views Yesterday : 111
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.236.52.68

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Oktober 2022
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran