Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

SISI EKONOMI DARI HAJI

Ekonomi adalah tulang punggung kehidupan, dan tonggak masyarakat, tiangnya umat, dengan ekonomilah majunya umat, kuatnya masyarakat, dan terangkatnya negara-negara, dan kebenaran membutuhkan kekuatan untuk menjaganya sementara kekuatan membutuhkan perekonomian juga sebagai penjaga, pemberi makan dan penumbuhnya, dan haji adalah salah satu sumber dari beberapa banyak sumber perekonomian dan tempat dari beberapa tempat terbitnya kekuatan perekonomian keimanan, ruh, masyarakat dan akhlak, haji adalah pertemuan ketaatan, sumber rahmat, dan asal kebajikan, tempat berkumpulnya kebaikan baik kebaikan industri ataupun kebaikan perdagangan, dan banyak pihak yang bertemu untuk meningkatkan hubungan perekonomian diantara mereka dan membicarakan problematika makanan, obat, dan lainnya, demi mencapai realisasi kemandirian negara-negara Islam.

Haji adalah muktamar internasional  untuk memecahkan permasalahan perekonomian umat Islam, menuju tempat-tempat suci jutaan muslim dari segala penjuru, diantaranya ada para ahli dan spesialis di bidang perekonomian, dan itu adalah kesempatan baik untuk mengadakan muktamar dan kajian serta halaqah kajian untuk membicarakan problemtika perekonomian umat Islam demi mencapai kesetaraan ekonomi dan integrasi serta koordinasi antar negara-negara Islam.

Momentum haji adalah dakwah untuk menerapkan perekonomian Islam, karena di haji ada anjuran untuk membersihkan mu’amalah  antara manusia  dari keburukan dan larangan, dan intruksi untuk membersihkan harta, serta mensucikannya dari riba dan monopoli, dan membersihkannya dari kecurangan dan tipuan, memakan harta orang lain dengan cara yang bathil, sebagaimana juga jama’ah haji dituntut untuk tidak melakukan tindakan berlebihan dan mubazir, dan berinfak sebagai hiburan, jadi haji adalah ajakan suci untuk menerapkan perekonomian Islam secara luas dan global.

Sungguh Allah SWT telah memuliakan kota Makkah dengan menjadikannya tempat pemeliharan Baitullah al-Atiq, dan tempat lahirnya risalah abadi, karena hidayah dimulai dari sana ke seluruh penjuru manusia di jagat ini, dengan kekuasaan Allah maka berubahlah Makkah yang  tadinya lembah tiada tetumbuhan dari bukit buta, kepada tempat tersuci dimuka bumi, terpaut hati setiap manusia ke sana dari segala penjuru yang jauh, setiap tetumbuhan menjawab di sana, dan disana di kabulkan doa duo nabi Ibrahim AS dan Muhammad SAW, Allah SWT berfirman “Ketika Ibrahim berkata ya Tuhan jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala. Ya tuhan berhala-berhala tersebut menyesatkan kebanyakan manusia dan siapa yang mengikutiku maka sesungguhnya termasuk umatku dan siapa yang durhaka kepadaku maka sesungguhnya engkau  Maha Pengampun lagi maha penyayang, Ya Tuhan sesungguhnya aku tinggalkan generasiku di satu lembah yang tiada bertetumbuhan dia rumahMu yang suci ya Tuhan hendaknya mereka mendirikan shalat  dan jadikanlah hati manusia terpaut kepadanya dan beri mereka rezki dari buah-buahan agar mereka bersyukur. (QS. Ibrahim; 35-37) sungguh Allah telah menjadikannya sepotong tempat yang diberkahi untuk menunaikan rukun yang kelima dari rukun Islam, yang dilaksanakan oleh mereka yang mampu melakukan perjalanan ke sana.

Haji ke Mekah, dan Mekah adalah negara yang datang kesana seluruh tumbuhan; “bukankan kami tetapkan tanah haram itu menjadi aman dan datang kepadanya segala macam tumbuh-tumbuhan  sebagai rezki dari Kami akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (QS; Alqashash; 57) Allah halalkan disana jual beli “tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia Allah apabila kamu bertolak dari arafah maka ingatlah Allah di masyaril haram, ingatlah Ia sebagaimana ia telah memberimu hidayah jika engkau sebalumnya tersesat” (QS; Albaqarah; 198)

Jadi haji adalah perkumpulan ekonomi, karena musim haji ditandai dengan ledakan ekonomi, karena tuntutan barang-barang keperluan pelakasanaan manasik haji, barapa banyak uang dibayarkan untuk tranportasi, membeli makanan, minuman, membeli pakaian, sembelihan kebutuhan tempat tinggal membeli oleh-oleh, yang dilakukan oleh mereka yang akan Kembali ke kampung halaman mereka.

Haji adalah muktamar ibadah, berkumpul di sana ibadah fisik (shalat, thawaf, sa’i) dan ibadah ruh (talbiyah, zikir, tahlil, tasbih) dan sisi ekonomi setelah itu, untuk mengembangkan masyarakat Islam dan mengambangkan kebangkitannya, tidak ada salah dan dosa jual beli di sana, mengambil dan memberi ”tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia Allah” (QS; Albaqarah; 198)

Haji mengumpulkan sisi ekonomi dan sisi spiritual, bagaimana bisa? Mereka yang menginginkan dunia saja, tidak akan mendapat bagian di akhirat “diantara manusia ada yang mengatakan ya Tuhan kami berilah kami di dunia dan mereka tidak mendapatkan bahagian di akhirat” (QS; Albaqarah; 200), dan bagi yang menginginkan keduanya bersamaan Allah jadikan dunianya sebagai ladang akhiratnya, bekerja untuk hari ini sebagaimana ia juga bekerja untuk esok hari, bekerja untuk hari kembalinya sebagaimana ia bekerja untuk hidupnya, beramal untuk akhiratnya sebagaimana ia beramal untuk dunianya, jadi ia memiiki keduanya “diantara mereka ada yang mengatakan Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akirat dan jaga kami dari azab neraka” (QS; Albaqarah; 201-202).

Hal di atas datang dalam pemaparan pembicaraan haji dalam Al-Quran.

Dalam perkembangan modern di bidang transportasi pada masa kini, pelaksanaan haji menjadi sesuatu yang mudah, karena setiap orang bisa datang dari mana saja di dunia ini beberapa waktu saja, dan Kembali ke keluarga mereka dalam waktu singkat, dari hal tersebut dihasilkan uang yang cukup besar untuk biro-biro perjalanan melaluai perusahaan penerbangan, ini akan memajukan perekonomian di setiap negara Muslim tanpa melebih-lebihkan, arogansi, monopoli dan oportunisme.

Haji selaku syiar ibadah mengikuti perintah Allah dan mencari keridhaanNya, Allah SWT berfirman “agar mereka menyaksikan manfaat bagi mereka dan agar menyebut nama Allah pada hari hari tertentu terhadap apa yang Allah rezkikan kepada mereka dari bidantang ternak, maka makanlah dan beri makanlah merka yang meminta dan tidak meminta” (QS; Alhaj; 28), sebahagian ahli tafsir mengatakan sesungguhnya manfaat dalam ayat diatas mencakup manfaat dunia dan akhirat, artinya gabungan antara nusuk, berniaga dan ampunan Allah, dan manfaat duniawi lainnya, Tafsir Al-Qurtubi.

Musim haji adalah realita yang unik, karena berkumpul disana beberapa dimensi dalam satu waktu, ada dimensi iman dan beribadah yang digambarkan oleh manasik haji itu sebagai salah satu rukun Islam, dan ada dimensi waktu karena ibadah ini terkait dengan waktu tertentu, yaitu hari-hari haji, ada dimensi geografik atau lokasi, yang tergambar dari keterkaitan ibadah ini dengan tempat tetentu, yaitu Mekkah al-Mukarraham dan masya’ir yang suci, dan semua dimensi ini berkumpul dalam satu realita  satu waktu yang menjadikan haji sebagai sebuah realita unik dan perkumpulan manusia yang sangat besar dan refleksi ekonomi yang besar.

Allah SWT berfirman: “Agar mereka mendapatkan manfaat” (QS; Alhaj; 28) ada perbedaan dari maksud ayat tersebut, sebahagian membawanya kepada manfaat dunia sepeti berniaga di musim haji dan Sebagian lagi membawanya ke manfaat akhirat seperti ampunan dan maaf, Ibnu Jauzi RA mengatakan, pendapat yang sahih adalah membawanya keapada manfaat keduanya yaitu dunia dan akhirat, karena tujuan kesana bukan berniaga saja akan tetapi tujuan asal adalah haji dan berniaga adalah ikutan.

Dalam ibadah haji ada beberapa manfaat ekonomi kemasyarakatan, politik dan spiritual, disana ada tolong menolong dan saling menjaga, perasaan seorang muslim terhadap saudara muslimnya, disana besusun jiwa, disucikan dan bersambung dengan sang Khaliq dengan sambungan erat, dan disana amal kebaikan menjadi banyak demikian juga dengan infaq dan sedekah.

“ya Allah berilah kami rezki dengan haji mabrun, dosa terampuni dan usaha yang di ridhai”

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abrar Ali Amran

Penerjemah Kemenag Tanah Datar

Sumber : https://www.alukah.net/spotlight/1202/156031/الجانب-الاقتصادي-في-الحج

 4,223 total views,  1 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 6 4 8 2 8
Users Today : 13
Users Yesterday : 47
Views Today : 20
Views Yesterday : 111
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.236.52.68

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Oktober 2022
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran