Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

PENAMAAN HATI DENGAN QALBU HARTA DENGAN MAL

Khutbah Jum’at

Kaum muslimin, khutbah kita hari ini  berbeda dengan yang lainnya namun  penuh dengan hikmah dan ma’lumat, khutbah kita tentang beberapa kata yang digunakan manusia namun mereka tidak memahami maknanya, kenapa hati dinamakan dengan qalbu, harta dengan al-mal, orang yang tahu dengan alim, musuh dengan aduw dan lainnya.

Hendaknya dimaklumi kenapa hati dinamakan al-qalbu (bolak-balik) dinamakan demikian karena ia sangat mudah berbolak balik lebih cepat dari berbaliknya air dalam napan yang sedang direbus. Ini adalah isyarat bahwa kita harus memelihara hati dari berbaliknya agar tetap beriman kepada Allah dengan keimanan yang mantap dan tidak dicampuri dengan keraguan, Allah SWT berfiman:  “Sesungguhnya orang yang beriman itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasulnya kemudian mereka tidaklah ragu-ragu”  artinya tidak ragu dan ragu itu timbulnya di hati, maka menjaga hati menjadi lebih penting karena hati adalah pangerannya indra, apabila hati baik maka semua indra akan baik dan apabila jelek hati maka semua indra akan jelek, dan ragu terhadap Allah atau Rasulnya atau agamaNya adalah kekufuran yang mengeluarkannya dari Agama ini.

Al-Mal (harta) dinamakan dengan Maal (condong) karena manusia codong kepadanya maka jauhilah terjerumus kepada yang haram disebabkan harta, sebahagian manusia (nauzubillah) menjadi kafir Karena harta seperti Qarun (pada masa nabi Musa AS) yang mempunyai harta yang sangat banyak sehingga kunci brangkasnya saja sulit membawanya walaupun dilakukan oleh laki-laki yang kuat. Qarun menjadi kufur karena tidak mengeluarkan zakat hartanya dan mengingkkari kenabian Musa AS, maka Allah jadikan bumi menelennya bersama hartanya. Dan Allah SWT lah pencipta segala sesuatu yang mencipta kebaikan dan keburukan pencipta kecondongan  pada manusia kepada keimanan, ketaatan atau kekufuran dan kedurhakaan.

Adapun Alim (orang yang tahu) dinamakan dengan alim karena ia menjadi alamah (tanda) atau bukti eksistensi  Allah SWT, karena akal mengatakan bahwa setiap pukulan pasti ada pelaku pemukulnya dan setiap tulisan pasti ada orang yang menulisnya, bangunan pasti ada pelaku pembangunnya, setiap fiil pasti ada fail nya setiap perbuatan pasti ada pelakunya makan yang paling utama bagi orang yang alim adalah pasti ada penciptanya dan dia adalah Allah. Allah SWT berfiraman: “Apakah pada Allah ada keraguan?” artinya tidak ada keraguan terhadap keberadaan Allah siapa saja yang mengingkari keberadaan Allah atau ragu terhadap itu ia menjadi kafir, nauzubillah, maka Allah adalah pencipta orang yang alim dan alim itu baru dan diciptakan bukan azali, karena azali adalah sifat Allah karena Allah tidak ada awal dari keberadaanya.

Adapun Aduw (musuh) dinamakan dengan aduw karena permusuhannya terhadapmu apabila ia menangkapmu, artinya menzalimimu, karena diantara kebiasaan orang kafir apabila menangkapmu akan menzalimimu, oleh karena itu dalam banyak tempat dalam al-Quran Iblis dinamakan dengan aduw, Allah berfirman: “Sesungguhnya syaitan bagimu adalah musuh maka jadikanlah ia musuh karena sesungguhnya ia menyeru temannya untukk menjadi penduduk neraka syair”  ia adalah kafir, dilaknat dan diusir dari rahmat Allah maka tidak boleh mengatakan bahwa (iblis tidak kafir) karena itu adalah mendustai Al-Quran, Allah SWT berfirman: “maka semuanya bersujud kecuali iblis, enggan dan sombong dan termasuk dari yang kafir”.

Adapun Aqsha (Jauh) dinamakan demikian Karen jauhnya jarak antaranya dengan Masjidil Haram, Aqsha adalah tempat isra’ nya Nabi SAW, dan dari sini ia di mi’rajkan ke langit untuk memuliakan dan meninggikan posisinya, bukan untuk mencapai tempat dimana ada Allah, karena Allah eksis tanpa tempat dan tidak dikatakan bahwa Muhammad rendah dekat dari tuhannya malam itu dekat secara fisik karena itu adalah sifat makhluk, dan Allah tidak disifati dengan sifat makhluk, tidak disifati dengan dekat dan jauh dengan jarak, maha suci Allah “Tidak ada semisalnya sesuatupun”

Adapun dunya (rendah) dinamakan dunya karena rendahnya sebagaimana kata imam Alrafa’i: Dunia pengkhianat pendusta menertawakan penduduknya siapa yang condong darinya akan selamat dan yang condong kepadanya akan diuji disana, ia seperti makhluk yang lembut  akan tetapi sentuhannya membunuh, racunnya adalah kelezatannya yang cepat hilang, harinya berlalu seperti hayalan maka sibukkanlah dirimu disana dengan ketaatan kepada Allah dan jangan lalai dari memuhasabah diri. Beramallah wahai saudaraku seiman di dunia fana ini untuk akhirat yang baqa yang tidak bertepi yang merupakan tempat pembalasan disini kami peringatkan dengan perkataan sebahagian orang yang berkata (siapa yang pergi terlihat dan yang datang berkabar) ini adalah kebohongan akhirat dan itu adalah kufur nauzubillah.

Adapun Adam dinamakan demikian karena ia diciptakan dari kerak bumi artinya dari debu bumi karena malaikat turun ke bumi dengan perintah Allah dan mengambil tanah bumi, dari yang putih, hitam dan antara keduanya dan yang gembira sampai yang sedih dan diantara keduanya dari yang baik sampai yang tidak dan diantara keduanya, maka datanglah anak keturunan Adam sesuai dengan itu baik warna, tabiat jiwanya yang berbeda berasarkan berbedanya tanah penciptanya yang diciptakan darinya bapak kita Adam.

Adam adalah Nabi dan Rasul yang mengajarkan anak-anaknya agama Islam yang merupakan agama semua Nabi, padanya diciptakan iman dan pengetahuan sehingga mereka berkata dengan semua bahasa, bukanlah kera atau yang serupa kera manusia pertama namun Adam adalah manusia pertama yang baik bentuknya : Allah berfirman “Sungguh kami telah ciptakan manusia sebaik-baik bentuk” Manusia asalnya bukan kera karena asalnya dari Adam AS yang merupakan manusia terbagus.

Adapun Hawa’ dinamakan dengan itu karena ia dicipatkaan dari tulang rusuk makhluk hidup yaitu Adam AS diciptakan besar sesuai dengan Adam dan diciptakan Allah padanya Iman maka ia mengikuti agama Islam karena ia adalah agama yang diridhai Allah untuk hambanya dan memerintahkan kita untuk mengikutinya tidak boleh menghina jenis hawa atau jenis wanita karena itu adalah kekufuran karena padanya ada mukminat yang shalehat para wali wanita yang dipuji Allah dalam Al-Quran yang mulia, yang utamanya adalah Maryam AS, jangan sekali-kali, kemudian jangan sekali-kali apabila kamu marah sama isteri kamu atau anak perempuanmu menghina jenis hawa karena itu adadalah kehancuran nauzubillah, mahasuci Sang Pencipta yang Maha Agung yang menciptakan kemudian menyempurnyakan dan yang menetapkan kemudian memberi petunjuk yang mencipatkan iman dan petunjuk dan memberikan pengetahuan, ilmu bagi hamba yang Ia kehendaki.

Fa’tabiru ya Ulil Abshar Haza Waastaghfirullaha li walakum.

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abrar Ali Amran, Lc. MA.

         Penerjemah Kemenag Tanah Datar

Sumber :  https://www.mika2eel.com/text/friday-sermon/1003-why-was-it-named-so

 3,140 total views,  1 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 6 4 8 2 7
Users Today : 12
Users Yesterday : 47
Views Today : 19
Views Yesterday : 111
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.236.52.68

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Oktober 2022
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran