Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

MU’JIZAT ISRA’ MI’RAJ

KHUTBAH

Diantara kejadian besar dan mu’jizat yang tetap yang merupakan penguatan terhadap Nabi SAW adalah mu’jizat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa luar biasa dimana yang pertama adalah perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis dan yang kedua dari Baitul Maqdis ke ke langit tertinggi, Isra’ berarti Berjalan dan berpergian di malam hari, itulah perjalan di bumi  dan perpindahan Ajaib Ketika dibandingkan dengan kemampuan manusia, yang terlaksana dengan kudrat Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha, dan sampai disana dengan kecapatan di luar nalar, Allah berfirman: “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambanya dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha yang kami berkahi di sekitarnya agar kami tunjukkan tanda-tanda kebesaran kami sesungguhnya Ia maha Mendengar lagi maha Melihat” (Al-Isra: 1) Sedangkan mi’raj adalah perjalanan langit mendaki dan naik dari alam bumi menuju alam langit sampai ke sidratul muntaha, kemudian Kembali lagi ke Masjidil Haram,  Allah berfirman “Sungguh Muhammad melihatnya kali berikutnya di sidratul muntaha disana ada surga tempat tinggal, Ketika sidratil muntaha diliputi oleh apa yang meliputinya penglihatan tidak menyimpan dari apa yang dilihatnya dan tidak malampauinya sungguh ia telah melihat tanda-tanda  tuhannya yang paling besar, (Anajm: 13-18)

Kejadian Isra dan Miraj terjadi satu tahun sebelum hijrah, artinya setelah 12 tahun kenabian Muhammad SAW, dan itu adalah tahun susah bagi Muahmmad SAW dan para sahabatnya dimana ia banyak menemui kesusahan dan azab,  mencakup psikologi, sosial dan ekonomi, termasuk disana suku Quraisy sedang melaksanakan embargo ekonomi untuk bani Abdul Manaf, Pelaparan masal baik yang beriman ataupun yang tidak, mereka sepakat untuk tidak menikahi mereka, tidak menikahkan anak mereka dengan Bani tersebut, tidak membaiat mereka, tidak bertransaksi, tidak berkumpul, tidak memasuki rumah mereka, bahkan tidak berbicara dengan mereka, dan tidak menerima damai dari Bani Abdul Manaf dan Keluarga Abu Thalib, kesusahan semakin menjadi-jadi sehingga terdengar rintihan dari Wanita dan anak-anak disebabkan kesakitan dan kelaparan, sampai mereka terpaksa makan kertas, tumbuhan dan kulit.

Tahun ini tidak berakhir tapi Nabi memberinya nama tahun kesedihan, penamaan ini bukan simpati dari siapapun, akan tetapi nama yang diberikan Nabi SWA karena beliau ditimpa dua musibah besar pada tahun ke sepuluh kenabiannya, yang pertama adalah meninggalnya pamannya Abu Thalib yang merupakan sandaran sosialnya dan yang kedua adalah meninggalnya Khadijah RA, istri dan sandaran emosional dan hatinya!! Ditambah lagi dengan perbuatan melampaui batas kaum musyrikin terhadap mereka karena mereka menyakiti nabi setelah meninggal pamannya. Kesediahan Nabi semakin bertambah sampai hampir putus asa terhadap kaum Quraish dan beliau menuju suku  terbesar kedua setelah Quraish yaitu suku Tsaqif di Thaif dengan harapan mereka bisa menerima dakwah atau setidaknya melindungi mereka serta menolong mereka dan kaumnya, namun Nabi tidak mendapatkan pertolongan apalagi melindungi mereka, sampai berkata salah seorang di antara mereka “Apakah tidak ada orang lain yang diutus Allah selain engkau”? yang lain berkata, “Demi Allah saya tidak akan berbicara denganmu, kalau memang benar engkau adalah Rasul seperti pengakuanmu tentu engkau lebih berbahaya dari pada aku harus menjawab perkataanmu,  dan kalau engkau berbohon juga tak pantas aku berbicara denganmu!” Disini putus asalah Nabi dari kebaikan mereka dan berkata kepada mereka “Jika kalian melakukan sesuatu maka sembunyikanlah dariku” namun mereka semakin menjadi-jadi dan bahkan orang-orang bodoh mereka melempari dengan batu serta Zaid bin Haritsah, sampai berdarah kaki sucinya dan kepala Zaid mereka dorong, demikian orang-orang bodoh melakukan itu sempai mereka dibawa ke dinding Syaibah bani Rabi’ah, dan pada waktu itu ia pergi kesebuah pohon sembari berdo’a dengan do’a yang terkenal “Ya Allah kepadaMu aku adukan Kelemahan kekuatanku, kekurangpandaianku, dan kehinaanku dalam pandangan manusia, wahai zat yang maha pengasih maha penyayang, engkau Rab Tuhan bagi mereka yang lemah dan Tuhanku, kepada siapa aku engkau menyerahkanku, apakah kepada orang yang bermuka masam kepadaku atau kepada musuh kau serahkan urusankau, andaikan engkau tidak tidak marah kepadaku maka aku tidak peduli…

Kesedihan dan sakit ini tergambar dalam hadis Aisyah RA, Ketika ia bertanya kepada Nabi: Pernahkah ada satu hari yang lebih suram dari hari perang Uhud? Beliau bersabda : “Sungguh aku jumpai dari kaummu apa yang akau temui, dan itu adalah yang terberat yang aku temui…  aku tawarkan jiwaku ke Ibnu abillail bin Abdil Kulal dan ia tidak merespon keinginanku, maka aku pergi sembari membawa kesediahan di wajahku, saya terbangun di tanduk serigala, kemudian aku angkat kepalaku, sampai saya dibawah naungan awan dan aku melihat di sana ada Jibril, memanggilku seraya berkata: Sesungguhnya Allah mendengar perkataan kaummu kepadamu dan balasan mereka kepadamu, sungguh telah diutus kepadamu malaikat gunung untuk kamu perintahkan apapun yang kamu mau, maka malaikat gunung mamanggil dan menyampaikan salam kepadaku kemudian ia berkata. Wahai Muhammad  jika engkau mau aku akan menimpa mereka, maka Nabi berkata aku harapkan ada nanti orang yang menyembah Allah dan tidak mensyerikatkan Allah dengan suatu apapun dari keturunan mereka” HR Syaikhani. Kemudian ia Kembali ke Makkah dalam keadaan sedih.

Kaum Muslimin.

Inilah kondisi susah dan ujian yang menimpa Nabi, setelah begitu sempit bumi olehnya maka Allah bukakan Ufuk langit dan datanglah mukjizat Isra dan Miraj untuk melapangkan dan memuliakan Nabi sebagai hadiah dari tuhan untuk menghapus kesedihan dan kesusahan, dan membawanya ke dunia yang lebih lapang lagi suci dan mulia, sampai ke sidratul muntaha, dekat dengan arasy Allah, Iya perjalanan Isra dan Miraj sebagai pengobat hati Nabi SAW dan mengikat hatinya, sekaligus pemberitahuan bahwa ia adalah penutup para Nabi dan Imam Para Rasul.

M. Abrar Ali Amran, Lc. MA.  Penerjemah Kemenag Tanah Datar

 3,210 total views,  2 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 5 9 2 8 2
Users Today : 27
Users Yesterday : 36
Views Today : 86
Views Yesterday : 136
Who's Online : 0
Your IP Address : 18.208.186.139

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Mei 2022
S M T W T F S
24 25 26 27 28 29 30
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran