Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

KENAPA SHALAT ZUHUR DAN ASHAR SIRR?

Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu sehari semalam diantaranya tiga dikeraskan (jahr) bacaan imamnya yaitu magrib isya dan subuh sementara dua lagi tanpa mengeraskannya (sirr) yaitu zuhur dan ashar, dan apa-apa yang pernah di jaharkan Rasulullah SAW dan  shalat-shalat  beliau sirrkan merupakan sunnah bukan wajib dan yang afdhal bagi orang yang shalat adalah tidak melampaui apa yang disunnahkan Rasul SAW dan apa yang di contohkannya.

Para ulama berijtihad tentang hikmah kenapa shalat ada yang jahar dan sir, sebahagian mengatakan kita lakukan itu untuk beriqtida’ (mengikut) Rasulullah SAW, maka kita sir dan jaharrkan ditempat-tempat yang Rasul melakukan itu sesuai dengan firman Allah “Sungguh ada pada Rasul itu tauladan yang baik,” (QR: Al-Ahzab, 21) dan Sabda Rasulullah SAW “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat” (HR; Bukhari dalam Sahihnya).

Sebahagian ulama mengatakan bahwa jahar dalam shalat malam lebih dekat kepada kekhusukan karena tenangnya malam, dan karena berhentinya banyak orang dari kesibukan mereka, maka otak menjadi tenang pada malam maka memudahkan untuk tadabbur disbanding siang hari.

Malam adalah tempatnya untuk ber khalwat dengan Allah SWT, ketika seorang muslim menjaharkan bacaannya akan menambah semangat, dan agar dapat mengambil manfaat dari makna bacaan itu serta menjauhkan kantuk. Suara imam disunnahkan untuk ditinggikan sekira tidak mengganggu orang lain baik yang shalat maupun tidur, adapun jika sendirian maka hendaklah membacanya dengan suara sedang agar menolongnya untuk bertadabbur dan memperhatikan bacaan serta mengusir syetan.

Adapun ayat yang megatakan “janganlah kamu mengeraskan suara kamu dan jangan merendahkanya”:

Dari Ibnu Abbas beliau berkata: ayat ini diturunkan ketika nabi sedang bersembunyi di Makkah “Janganlah kamu meninggikan suaramu dalam shalat dan jangan melunakkannya” ia berkata ketika nabi shalat dengan para sahabat Nabi meninggikan suaranya membaca Al-Quran, ketika orang musyrik mendengarnya mereka mencaci Al-Quran dan mencaci Yang Menurunkannya serta yang menyampaikannya, maka Allah SWT berkata kepada NabiNya SAW, “Jangan tinggikan suarmu dalam shalat” artinya dalam membacaya sehingga tidak terdengar oleh orang musyrik sehingga mereka mencela Al-Quran, “Jangan merendahkannya” kepada para sahabatmu sehingga mereka tidak mendengarnya agar mereka dapat mengambil darimu, “carilah jalan diantara itu” (HR; Bukhari dan Muslim dan Ahmad dan Ibnu Abbas)

Ibnu Jarir berkata, dari Muhammad bin Sirin ia berkata; dikabarkan kepada saya bahwa Abu Bakar apabila shalat ia melunakkan suaranya dalam membaca, dan Umar mengeraskan suaranya, maka dikatakan kepada Abu Bakar kenapa engkau lakukan itu? Abu Bakar berkata: “Saya bermunajat kepada Tuhanku sungguh Ia mengetahui hajatku”, maka dikatakan kepadanya bagus!, dan dikatakan kepada Umar kenapa engkau lakukan itu ia berkata “Aku ingin mengusir setan dan membangunkan orang yang ngatuk” dikatakan kepadanya: bagus! dan ketika diturunkan ayat “jangan tinggikan suara dalam shalat dan jangan rendahkan dan carilah jalan diantara keduanya” dikatakan kepada Abu Bakar, Naikkan sedikit dan dikatakan kepada Umar Turunkan sedikit, Ikrimah berkata, dari Ibnu Abbas hadis ini diturunkan dalam persoalan berdo’a.

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abrar Ali Amran, Lc. MA.

         Penerjemah Kemenag Tanah Datar

Sumber :  https://news188media.com/barcelona/?p=23680  

 1,646 total views,  1 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 6 4 8 2 7
Users Today : 12
Users Yesterday : 47
Views Today : 19
Views Yesterday : 111
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.236.52.68

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Oktober 2022
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran