Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

HAJI HATI DAN HAJI BADAN

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abrar Ali Amran, Lc.MA.

Penerjemah  Kemenag Tanah Datar

Ada dua jenis manusia dalam berhaji, yang pertama mereka pergi haji dengan hatinya dan keseluruhannya adalah rindu terhadap Masjidil Haram dan yang kedua adalah mereka yang berangkat hanya dengan badannya dalam pelaksanaan manasik tidak merasakan keutamaan ibadah yang ia lakukan sementara Ibrahim Khalilullah berdoa untuk majadikan mereka yang merindukan Makkah sebagai pengunjungnya.

Dalam surah Ibrahim diungkapkan do’a Ibrahim, “Ya Allah saya tinggalkan keluarga di lembah tak bertumbuhan di  rumahMu yang suci, agar mereka mendirikan shalat maka jadikanlah Hati manusia terpaut kepadanya dan berilah mereka rezki dengan tumbuhan agar mereka bersyukur.

Dari Hakim ia berkata: saya bertanya kepada Ikrimah tentang makna hati manusia terpaut kepadanya ia berkata hati mereka tertambat ke batullah.

Hati adalah pusat perhatian Allah yang maha penyayang,  karena Abu Hurairah berkata bahwa Nabi SAW berkata “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan hartamu Allah hanya melihat hati dan amal kalian” shahih Muslim 4651

Diantara do’a Nabi Ibrahim AS “Jangan hinakan aku pada hari berbangkit, hari yang harta dan anak tidak bermanfaat lagi kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat” al-Syuara 87-89

Diantara tujuan haji yang bermacam macam ialah mengangungkan syiar Allah dan pengagungan tersebut menunjukkan ketaqwaan, Allah berfiraman “Demikian siapa yang mengagungkan syiar Allah sesungguhna itu adalah ketaqwaan hati” QS al-Haj;32, dalam tafsir Tahrir dan Tanwir penyandaran taqwa ke hati karena pengagungan syiar adalah ketakwaan yang timbul darinya perbuatan.

Haji yang dituntut adalah haji hati bukan haji badan sementara takwa itu tempatnya adalah hati, Allah SWT berfirman: “Tidak sampai kepada Allah darah dan dagingnya akan tetapi sampai kepada Allah ketakwaan kalian, demikian Allah ciptakan untuk kalian agar kalian mengagungkan Allah terhadap hidayaNya kepada kalian dan beri kabar gembira orang yang berbuat baik” QS: Alhaj.37.

Kesibukan manusia dengan urusan dunia selama musim haji akan tertepis dengan tujuan mulia haji ini, yaitu menerima Allah secara keseluruhan, dan penampakan rahmatnya pada hari-hari dan tempat mulia lagi suci.

Dituntut bagi muslim yang berhaji untuk benar-benar merasakan kesendirian dengan Allah, dan melaksankan manasik dengan hati ikhlas lagi hadir, dan merasakan perasaan suci. Dan mempelajari bagaimana para Rasul berkorban, dan bagaimana tunduk dan penyerahan diri mereka kepada Allah.

Haji Mambur mempunya syarat-syarat diantaranya adalah mengikhlaskan niat karena Allah SWT “Sempurnkanlah Haji dan Umrah Karena Allah” QS; Albaqarah. 196.

Syarat kedua: adalah kebersesuaian amalan haji dengan apa yang di ajarkan Nabi SAW, dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Berkata Rasulullah SAW “Wahai manusia ambillah manasik kalian dariku karena saya tidak tahu apakah akan berhaji setelah tahun ini atau tidak” Shahih Jami’: 7882

Syarat yang ketiga: Hendaklah bekal haji dari harta halal; Allah SWT berfirman “Wahai orang-orang yang beriman nafkahkanlah yang baik-baik dari hasil usaha kalian dan dari apa yang kami keluarkan dari bumi. Janganlah kamu mamilih yang buruk untuk diinfakkan sedangkan kamu sendiri tidak mau mengmbilnya kecuali dengan mata meram, ketahuilah bahwa Allah maha kaya lagi maha terpuji” QS; Albaqarah. 267

Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW berkata “Wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, sesungguhnya Allah memerintahkan orang yang beriman seperti memerintahkan para Rasul. Maka Ia berkata: Wahai para Rasul makanlah dari yang baik-baik dan beramal shalehlah sesungguhnya aku maha mengetahui apa yang kalian lakukan” QS; Almukminun. 51

Firman Allah: “Wahai orang-orang yang  beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Aku rezkikan kepada kalian” Albaqarah 172. Kemudian Nabi mengatakan bahwa ada seorang lelaki yang telah melakukan perjalan panjang dekil dan berdebu mengangkat tangannya ke langit sembari berdo’a dan berujar “Ya Rab, Ya Rabb, ya RAbb… Sementara makan minuman dan pakaiannya dari yang hara bagaiman mungkin doanya dikabulkan? Shahih Muslim 1015

Syarat keempat: menjauhkan diri dari berkata kotor, berbuat kefusukan dan beradu argument dalam berhaji, semua itu urusan terlarang, Allah SWT berfirman “Adalah haji pada bulan-bulan tertentu dan siapa yang mewajibkan diri untuk berhaji maka janganlah berkata kotor, berbuat kefusukan dan beradu argument dalam berhaji, apa yang engkau lakukan niscaya Allah akan mengegtahuinya, berbekallah kalian karena sebaik-baiknya perbekalan adalah taqwa takutlah kepadaKua wahai kalian yang berfikir”  Albaqarah; 197

Dari Abu Hurairah RA ia berkata; aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Sesiapa yang berhaji tanpa berkata kotor, tanpa berbuat kefusukan dan tanpa adu argument niscaya akan kembali seperti terlahir lagi” Shahih Bukhari; 1521

Syarat kelima: Menjauhi menyakiti orang lain baik dengan perbuatan ataupun perkataan, sesungguhnya menyakiti orang lain dimasa haji adalah dosa terbesar, Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang menyakiti Mukmin laki-laki dan perempuan tanpa alasan nisya ia telah membawa petaka dan dosa yang nyata” Al-Ahzab 58

Haji hati adalah: haji yang pelakunya disibukkan dengan berzikir kepada Allah dan mereka mempunyai sifat-sifat terpuji seperti menolong, saling berbelaskasih, dan lemah lembut sesama manusia, kita dapat jumpai bentuk perbuatan baik dalam berhaji seperti seorang yang membopong ibunya dalam Thawaf dan Sa’I serta selalu menolong orang tuanya dan memudahkan semua urusannya, dan juga sering dijumpai orang yang selalu disibukkan dengan menolong orang lain yang lemah, inilah bentuk orang yang mendapatkan kebahagiaannya dalam membantu orang lain serta berlemah lembut dengan mereka, ini semua adalah maksud dan tujuan terbesar dalam berhaji yang harus dicari.

Adapun haji badan adalah dia yang disibukkan oleh urusan dunia dan mencari kenikmatan dan kelezatan dan cenderung kepada kemalasan dan menghabiskan waktu, yang terburuk dari haji badan ini adalah berangkat dengan harta yang tidak bersih, menyakiti  orang lain selama berhaji seperti ungkapan penyair;

“APABILA KAMU BERANGKAT HAJI DENGAN HARTA BERASAL DARI FITNAH MAKA TIDAKLAH ENGKAU BERHAJI KECUALI SEPERTI ONTA

ALLAH TIDAK MENERIMA KECUALI YANG BAIK-BAIK DAN TIDAKLAH SEMUA YANG BERHAJI AKAN MABRUR”

Wallahu a’lam

https://www.aljazeera.net/blogs/2021/7/18/حج-القلوب-وحج-الأبدان

 4,189 total views,  1 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 5 9 2 8 2
Users Today : 27
Users Yesterday : 36
Views Today : 85
Views Yesterday : 136
Who's Online : 0
Your IP Address : 18.208.186.139

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Mei 2022
S M T W T F S
24 25 26 27 28 29 30
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran