Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

CARILAH “NUR” DI RUMAH ALLAH

Khutbah Jum’at

Ayat 35 surah An-Nur yang diawali dengan firmanNya “Allahu Nurus samawati wal ardh” berbicara tentang “nur” Allah, Ia memberikan keapada hamba yang ia kehendaki, siapakah yang diberikan karunia oleh Allah untuk bertemu dengan “nur”tersebut?

Ayat setelah itu dengan jelas menerangkan: “di rumah yang Allah izinkan untuk mengankat nama Allah dan bertasbih disana pagi dan sore, laki-laki yang tidak dilalaikan oelah perniagaan dan jual beli dari berzikir kepada Allah dan mendirikan shalat, menunaikan zakat dan takut pada suatu hari dimana hati dan pandangan berbolak balik. Agar Allah balasi mereka dengan balasan terbaik apa yang telah mereka lakukan dan Allah tambahkan karunianya dan Allah beri rezeki  bagi yang ia kehendaki tanpa hisab.”QS. Annur. 36

Ibnu Mas’ud melewati suatu kaum di pasar, waktu itu telah ada panggilan shalat, lantas mereka meninggalkan toko-toko mereka seraya bergegas melaksanakan shalat, maka Ibnu Mas’ud berkata merekalah kaum yang disinggung Allah dalam Al-Quran ” laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari berzikir kepada Allah”

Umar bin Dinar berkata; suatu waktu saya Bersama Salim bin Abdullah, kami ingin pergi ke masjid maka kami melewati pasar kota, mereka sudah melaksanakan shalat, mereka mlingkupi barang dagangan mereka menutup warung, maka kami melihat barang-barang mereka tanpa penjaga dan apapun, maka ia baca ayat di atas “, laki-laki yang tidak dilalaikan oelah perniagaan dan jual beli dari berzikir kepada Allah dan mendirikan shalat, menunaikan zakat dan takut pada suatu hari dimana hati dan pandangan berbolak balik”

Karena bersangatan terkejut maka berbolak balik lah penglihatan serta hati “Dan berilah mereka peringatan akan hari yang semakin dekat (hari Kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan” QS; Ghafir 18

Kaum muslimin, siapa diantara kita yang tidak ingin dimuliakan Allah? Siapa diantara kita yang tidak menginginkan rahmat Allah? Siapa diantara kita yang tidak ingin melihat Allah? Siapa yang menginginkan pahala besar ini maka hendaknya hatinya terpaut dengan rumah Allah, bersangatan cinta kepadanya, bersangatan bergantung kepadanya.

Dari salman RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “siapa yang berwudhu di rumahnya dan membaguskan wudhu’nya, kemudian datang ke masjid maka ia dianggap mengunjungi Allah, maka menjadi kewajiban yang dikunjungi untuk memuliakan pengunjung” isnadnya hasan, HR. Thabrani dan di hasankan oleh Albani dalam shahih targhib wat tarhib.

Dari Jarir bin Abdullah RA berkata: suatu waktu kami Bersama Rasulullah, beliau melihat bulan purnama seraya berkata: “Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini tanpa halangan, agar kalian sanggup untuk tidak dikalahkan oleh shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya maka lakukanlah” HR. Muttafaq Alaih.

Perkataan agar kalian sanggup untuk tidak dikalahkan, mengindikasikan untuk memutus penyebab ketidaksanggupan seperti tidur, sibuk dan melawan semua itu dengan mempersiapkannya.

Dan perkataan: sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam maksudnya shalat subuh dan shalat ashar.

Kamum muslimin, siapa yang hatinya terkait dengan Allah dan rumahNya akan mendapatkan rahmat Allah dan akan melewati sirath dengan keredaan Allah, Dari Abu Darda’ RA ia berkata: aku mendengar Raulullah SAW berkata: “Masjid adalah rumah bagi setiap yang bertaqwa, Allah menjamin dengan ruh dan rahmat bagi yang menjadikan masjid sebagai rumahnya, dan melewati sirath kepada keredaan Allah menuju surga” HR. Thabrani dan di sahihkan Albani.

Para salafushalih mengetahui jalan ini dan menitinya, mereka meyakini bahwa apa yang disisi Allah lebih baik dan lebih kekal, dan kemenagan itu berasal dari kekuatan hubungan dengan Allah, dan dengan bermulazamah dengan rumah Allah, Ketika seorang alim dari tabi’in akan meninggal dunia, anak wanitanya menangisinya, maka ia berkata kepada anak perempuannya itu, jangan engkau menangisiku wahai anak perempuanku, karena dalam empat puluh tahun ini tidak pernah azan seorang mu’azin kecuali aku sudah berada di masjid.

Semenjak empat puluh tahun Said bin Musayyab berada di masjid menunggu shalat sebelum muazin mengumandangkan azannya.

Al-A’masy berkata: “demi Allah tidak pernah aku ketinggalan takbiratul ihram Bersama jama’ah limapuluh tahun terakhir ini.”

Muhammad Iqbal seorang penyair terkenal mengatakan, ia sangat sedih terhadap keadaan umat Islam ketia ia mengunjungi Cordoba, ia berhenti di sebuah masjid dan tidak menemukan seorang muslim di sana, bahkan ia menemukan sebuah masjid sudah berubah fungsi menjadi bar tempat minum khamar, na’uzubillah, dan ditemuinya Wanita melam di mihrab masjid, maka ia menangis dan duduk di pintu sambil menlontarkan sya’ir ringan yang terkenal di masjid Cordoba:

Saya lihat pemikiran sudah mulai lesu                       Wasiat tidak hidup lagi

Maka jadi lah nasehat tanpa nur                                dan tidak juga pesona dilihat dari perkataan

Bagi manusia falsafah dan pemikiran                        Tapi dimana ditemui Iman Ghazali

Kumandang azan di setiap pojok                                Namun dimana suara Bilal?

Menera menjulang di setiap tempat                           Masjid kalian sepi yg beribadah.

Hamba Allah. Berapa waktu kita terpakai untuk shalat jama’ah,  sementara waktu-waktu itu kita habiskan untuk makan, minum, tidur, dan bersendagurau, ia hanya beberapa menit saja, seorang mukmin naik ruhnya dan turunlah kemaksiatan dan orang munafik, dengan shalat itulah di diketahui siapa wali siapa syetan, dan dengan shalat dibedakan seorang mukmin dari munafik.

Siapa yang menginginkan kemenangan di akhirat dan ingin dinaungi Allah pada  hari tidak ada naungan selain naungan Allah pada hari yang sangat panas, yang harus ia lakukan adalah menenangkan hati tarhadap rumah Allah dan taat kepadaNya serta berkeinginan untuk berzikir kepadaNya, siapa yang menginginkan “nur” dan kebahagiaan serta ingin dihilangkan kesedihannya hendaklah mencarinya di rumah Allah, insyaAllah akan ia temui di sana.

Kaum muslimin yang mulia, Shalat adalah tambatan hati orang yang mencintai Allah sebagaimana dikabarkan oleh imamnya orang yang shalat dan penutup para utusan dan penghulu anak Adam sekalian, dari Anas bin Malik RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Allah cintakan kepapdaku kebaikan, Wanita, dan dijadikan shalat sebagai tambatan hatiku” HR. Annasa’I dan dishahikan Albani.

Shalat jama’ah adalah tamannya orang yang beribadah, dan kebahagiann orang yang khusu’, dan ketenagan jiwa orang yang memahami, dan tidak pernah orang yang tahu memberitahumu hal tersebut, dari Salim bin Abi Ja’d dari seroang lelaki baru masuk Islam, bahwa Nabi SAW berkata: “wahai bilal iqamahlah dan tenangkan hati kami dengan shalat” HR. Shahih sunan Abu Daud, dan dishahihkan Albani. “Sesungguhnya pada yang demikian itu merupakan peringatan bagi yang mempunyai hati dan mempergunakan pendengarannya sementara ia menyaksikannya” QS. Qaf. 37.

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abrar Ali Amran

Penerjemah Kemenag Tanah Datar

Sumber : https://www.alukah.net/sharia/1067/156481/من-أراد-النور-فليبحث-عنه-في-بيوت-الله-خطبة

 2,875 total views,  503 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 6 2 1 9 4
Users Today : 56
Users Yesterday : 30
Views Today : 161
Views Yesterday : 108
Who's Online : 2
Your IP Address : 18.207.157.152

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Agustus 2022
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran