Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

BULAN RAJAB: NAMA, FADHILAH DAN KEUTAMAANNYA

Diterjemahkan oleh: M. Abrar Ali Amran, Lc.MA

Penerjemah  Kemenag Tanah Datar

Allah SWT Membedakan anatara satu bulan dan lainnya dan antara satu masa dengan yang lain namun itu harus ditetapkan dengan dalil yang pasti sehingga Nabi SAW tidak didustai dengan hal tersebut, banyak hadis yang membicarakan bulan ini diantaranya ada yang dhaif dan maudhu’ sehingga kita harus pastikan bahwa hadis tersebut benar benar bersambung kepada Rasulullah SAW,  bulan Rajab sebagaimana yang disampaikan Rasul bahwa ia adalah bulan kemenagan, di sana ada pereng Tabuk, juga ada pembebasan Masjidil Aqsha di tangan Salahuddin al-Ayubi, disana juga ada Isra’ Miraj dan kita harus mengambil pelajaran dari itu semua (bagi yang mempunyai hati}

Athiah Saqar seorang pembesar ulama al-Azhar mengatakan;

Ibnu Hajar al-Asqalani mengarang buku berjudjul “Keterangan luarbiasa tentang fadhilah bulan rajab,” dimana ia mengumpulkan banyak hadis tentang fadhilah bulan Rajab dan membaginya menjadi hadis dhaif dan maudhu’.

Ia mengatakan bahwa Rajab mempunyai 18 nama dan yang termasyhur diantaranya adalah alAshum / tuli karena tidak terdengar suara pedang disana karena dilarang berperang, dan Ashubb/ limpahan, karena berlimpahnya rahmat yang Allah turunkan di bulan itu, dan juga diantara namanya Munashilul Asinnah, / gigi bergerigi, seperti hadis Bukhari dari Abi Raja’ al Athari ia berkata: dulu kami menyembah batu, apabila ada batu yang lebih baik yang lama kami buang dan kami ambil yang baru, kalau tidak ada batu kami kumpulkan tanah dan kami mengelilinginya, dan ketika masuk bulan Rajab, kami tidak biarkan anak panah dan busur besi kecuali kami cabut dan kami buang.

Keutamaan bulan Rajab masuk di keumuman bulan haram yang dikatakan Allah dalam surah taubah ayat 36: “Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah adalah duabelas dalam Kitab Allah sedari diciptakannya langit dan bumi empat diantaranya adalah bulan haram, itulah agama yang lurus janganlah kamu zalimi dirimu dibulan-bulan tersebut. Hadis shahih menjelaskan bahwa empat bulan itu tiga berturut-turut, yaitu Zulqaidah, Zulhijjah dan Muharram satu terpisah yaitu bulan Rajab.

Dan tidak ada kezhaliman di dalamnya maksudnya dilarang berperang untuk menjamin keamanan pengujung masjidil Haram hal itu diterangkan oleh firman Allah setelah ayat tersebut “apabila telah selesai bulan haram maka perangilah orang musyrik dimanapun kamu jumpai”  dan termasuk maksud tidak ada kezaliman adalah larangan melakukan maksiad di bulan itu. Dari ayat itu di para ulama menyimpulkan hukum memberatkan diyat membunuh pada bulan tersebut sebesar sepertiga.

Diantara bentuk keutamaan bulan Rajab adalah disunnahkan berpuasa disana seperti hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Mujibah al-Bahiliyah dari bapaknya atau pamannya bahwa Nabi SAW berketa kepadanya setelah perkataan panjang. “Berpuasalah di bulan Haram dan Tinggalkanlah” tiga kali, dengan memberikan isyarat degan tangannya tiga kali dan pendapat yang zhahir mengatakan bahwa maksud dari tiga kali itu adalah jumlah bukan berapa kalinya bukan jumlah hari. Sesungguhnya amal shaleh pada bulan rajab sama seperti bulan haram lainnya dan Ibnu Hajar mengatakan bahwa tidak ada hadis menerangkan secara khusus fadhilah puasa bulan Rajab baik hadis shahih maupun hadis hasan.

Diantara hadis Dhaif yang masyhur tentang puasa Rajab adalah “Sesungguhnya di Syurga ada sebuah sungai bernama Rajab, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, siapa yang berpuasa satu hari di bulan Rajab Allah akan beri ia minum dari sungai itu” dan hadis “Siapa yang berpuasa di bulan Rajab satu hari sama seperti berpuasa sebulan, siapa yang berupasa tujuh hari dibukakan baginya pintu syurga yang delapan, dan siapa yang berpuasa sepuluh hari keburukannya akan di ganti dengan kabaikan” dan juga ada satu hadis yang panjang dimana di tengahnya dikatakan “Rajab adalah bulan Allah dan Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku”  dan dikatakan hadis itu adalah maudhu’, dalam a-lJami’ al-Kabir imam Suyuti dikatakan  bahwa hadis itu adalah riwayat Abi Al Fath bin Abi Fawaris dan menurunya hadis itu adalah hadi Mursal.

Dan diantara hadis hadis yang tidak diterima adalah tentang keutamaan shalat khusus di bulan itu, “siapa yang shalat magrib pada malam awal bulan Rajab kemudian shalat setelahnya duapuluh rakaat setiap rakaat membaca alfatihah, dan qul huwallahu ahad satu kali, dengan sepuluh salam Allah akan jaga diri, anak, harta dan keluarganya, dan dibebaskan dari azab kubur, dan melalui shirat seperti kilat dan tanpa hisab dan azab” itu adalah hadis maudhu’ demikian juga dengan shalat al-raghaib.

Ibnu Hajar membuat sebuah bab di Risalah tersebut tentang hadis-hadis haramnya puasa keseluruhan bulan rajab kemudian mengulas: Larangan ini ditujukan kepada orang biasanya puasa sebagian besar di bulan itu seperti yang dilakukan di masa jahiliyah, adapun puasa dengan tujuan berpuasa saja tanpa mengharuskan atau mengkhususkan hari hari tertentu dan membiasakan puasa di sana, atau malam tertentu tanpa membiasakan beribadah dan  mengira itu adalah sunnah maka  tidak mengapa, namun apabila mengharuskan maka ia menjadi terlarang seperti hadis Nabi “Jangan khususkan hari jum’at untuk berpuasa dan untuk qiyam” HR; Muslim.

Dan jika berpuasa dengan anggapan bahwa hari itu lebih baik dari hari lainnya maka ada beberapa pandangan dimana Ibnu Hajar cenderung melarang, dan Abu bakar al-TharThusyi dalam kita “albida’ wal hawadis bahwa puasa Rajab makruh karena beberapa hal diantaranya Apabila seorang muslim mengkhususkannya untuk berpuasa setiap tahun  orang awam menganggap bisa jadi wajib seperti Ramadhan atau sunnah seperti sunnah yang lain, atau bisa jadi karena puasa disana khusus dan melebihi puasa pada bulan lain namun apabila itu benar tentu Nabi menjelaskannya kepada kita. Ibnu Dahiyah berkata: “Puasa adalah amal baik, tidak ada keutaman bulan Rajab dan Umar melarangnya.” Demikianlah nukilan Ibnu Hajar.

Ada juga antusias manusia khususnya wanita untuk ziarah kubur pada jum’at pertama bulan Rajab juga tidak ada dalil agamanya, dan tidak ada pahala lebih disana disbanding dengan ziarah pada waktu lain.

Yang terpenting bagi  kita untuk diingat pada bulan Rajab adalah: kejadian bersejarah seperti perang Tabuk untuk kita ambil ibrah, dan mengingat Shalahuddin Al-Ayubi yang membebaskan Masjid Aqsha dari tetara perang Salib pada bulan Rajab 583 H atau 1187 M dengan itu Arab menjadi bersatu dan Umat Islam untuk membersihkan Masjidil Aqsha dari tangan perampok.

Demikian juga dengan mengingat peristiwa Isra’ dan Mi’raj dan mengambil pelajaran darinya dan semuanya terjadi pada bulan Rajab.

Wallahu a’lam

https://islamonline.net/archive/شهر-رجب-أسماؤه،-فضله،-أهميته/

 4,691 total views,  1 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 6 4 8 2 2
Users Today : 7
Users Yesterday : 47
Views Today : 12
Views Yesterday : 111
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.236.52.68

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Oktober 2022
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran