Jalan M. Yamin Bukit Gombak – Batusangkar, Telp. (0752) 71033

Selamat datang di website Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Membangun komunikasi, menjalin silaturahmi, dan berbagi informasi.

AKHIR YANG PASTI ADALAH MATI

Khutbah Jum’at

Ibadallah

Pembicaraan kita hari ini tentang momen penentu  yang tidak akan terulang, yang akan dilalui oleh setiap kita, suka atau tidak suka, ia adalah momen kematian! Dan berpindah dari kehidupan dunia ke kehidupan akhirat, Allah Azza Wajalla berfirman “Setiap jiwa pasti akan mengecap kematian” (Ali Imran. 185) mati adalah akhir setiap makhluk.

Saat kematian tidak bisa diundur oleh siapapun makluk hidup untuk dirinya, atau untuk orang lain walaupun untuk waktu yang singkat demi memperbaiki yang tertinggal, dan memperbagus apa yang sudah hilang, Allah SWT berfirman “Sehingga mereka tidak sempat membuat wasiat dan juga tidak bisa Kembali ke keluarganya” (QS. Yasin. 50), maut akan mengambil mereka secara tiba-tiba sementara mereka sedang disibukkan dengan perdebatan, permusuhan dalam pertarungan kehidupan, mereka tidak bisa memprediksinya, dan tidak mengira dengan perhitungan apapun, tetiba mereka berakhir, semuanya dengan keadaan bagaimana mereka saat itu, tidak sempat memberikan wasiat kepada penerusnya, dan juga tidak bisa Kembali lagi ke keluarganya, untuk mewasiatkan kemaslahatannya dan penyelamatan dirinya. Ini adalah peringatan bagi mereka yang lalai atas kedatangan maut itu, dan disibukkan urusan dunia dari mengingatnya, tetiba datanglah maut itu, waktu tidak dapat menolong mereka lagi untuk memperbaiki apa yang harus diperbaiki, kematian adalah sesuatu yang tidak bisa diminta untuk di ulur sedikitpun dari setiap kita, dan tak seorangpun yang mengetahui jadwal keberangkatannya dari dunia ini, dan mereka tidak memiliki lagi setelah itu amal ataupun taubat ataupun mengulang sesuatu Kembali, dan tidak bisa memperbaikinya.

Subhanallah! Apabaila maut sudah turun tak seorangpun diantara kita yang mampu berbicara sepatahpun, apalagi untuk berbuat sesuatu yang membutuhkan waktu lebih lama, baik untuk melakukan kewajiban ataupun mengembalikan kezaliman kepada orang lain, dan memilih untuk memberikan wasiat dari berbica tersebut, ini menunjukkan bahwa tak seorangpun mampu untuk berbicara sampai-sampai untuk perkataan terpenting, sesungguhnya kebutuhan untuk berwasiat saat meninggal sangat perlu dan menafikannnya berlaku umum, ini membuktikan tidak mampunya untuk berwasiat walaupun dengan kata tersingkat, mungkin berwasiat bisa dengan isyarat namun Ketika satu cara tidak bisa cara yang lain juga tidak bisa, Allah berfirman “Mereka tidak bisa Kembali ke keluarga mereka” (QS. Yasin;50) menerangkan bahwa berwasiat sangat diperlukan namun ungkapan tidak bisa Kembali menunjukkan tidak bisanya keduanya, Allah SWT. Berfirman: “Sehingga Ketika datang kepada mereka maut mereka berkata ya Allah kembalikan kami, agar kami bisa beramal shaleh yang tertinggal, sekali-kali tidak itu hanya perkataan mereka, dibelakang mereka dinding sampai hari berbangkit” (QS. Almukminun; 99-100),

Permintaan Kembali bukan terkhusus bagi orang kafir saja, akan tetapi umum bagi setiap yang lalai maka Allah beri kabar tentang keadaan orang yang sedang datang kematian padanya, dari orang yang lalai dan zalim, ia menyesal dalam keadaan demikian, Ketika melihat harta dan amalnya yang buruk maka mereka minta dikembalikan ke atas dunia, bukan untuk menikmati dunia atau mengambil kemewahannya namun untuk beramal shaleh seperti diungkap ayat di atas .Tidak ada Kembali dan tidak ada penguduran karena Allah telah menetapkan bahwa mereka tidak akan Kembali, sementara perkataan yang mereka ucapkan merupakan perkataan belaka yang tidak akan terealisasi untuk Kembali ke dunia itu hanya pekataan  yang hanya menambah penyesalan.

Adapun pembatas antara dunia dan akhirat disebut barzakh disana orang taat akan bersenang-senang dan menikmati fase tersebut sementara  yang membangkang di azab mulai dari saat matinya selama mereka dalam kubur sampai hari berbangkit datang, maka hitunglah perlengkapannya dan ambillah hadiah itu, pikirkanlah duhai hamba Allah waktu tersebut, sungguh ada pembatas antara engkau dengan syahwat dan yang kamu sukai, dan terputuslah kesempatan beramal shaleh, dan kesusahan akan menyerangmu dan engkau berada dalam marabahaya jasmani dan engkau akan menyeru penuh sesal, dimana panggilanmu tidak di jawab dan waktu yang kau minta tidak akan diberikan untuk bertaubat dan untuk mencari ridha Allah. Maka jadikalan panggilan mohon ”Kembali” terpatri dalam pikiranmu selama engkau masih hidup jangan pernah lalai darinya selamanya karena apabila kata itu menyentuh kalbu niscaya akan menyebabkan kalbu menjadi takut dan dengan izin allah akan diubah menjadi takwa dan seorang hamba akan terlepas dari maksiat, bersegera beramal shaleh sebelum mati.

Ajal tidak bisa di tunda, ia pasti, tertentu waktunya, maka setiap yang lalai akan menyesal di saat matinya dengan penyesalan yang tidak berguna, dan memohon untuk dipanjangkan umurnya , walaupun sekejap, untuk memperbaiki yang tertinggal, akan tetapi itu semua tidak akan pernah terjadi. Yang berlalu telah berlalu dan yang akan datang akan datang pasti, semua sepadan dengan apa yang ia sia-siakan. Orang dalam keadaan sekarat akan sadar namun kesadarannya tidak diketahui orang sekitar, kesadaran yang tidak berarti apa-apa, kegalauaan penyesalan, harapan untuk dikembalikan beramal lagi dan bertaubat, untuk diselamatkan dari azab yang pedih, namun itu semua sia-sia. Kalaulah orang berakal menyadari itu semua dan ia dalam keadaan sehat niscaya apa  yang di ingini akan tercapai dan yang dimaksud akan sampai, selama kita menyadari bahwa kita akan menyesal terhadap yang telah kita sia-siakan di sisi Allah niscaya kita akan mengeluh terhadap dosa kita dan kenapa kita tidak bersegera sebelum telambat dan bersiap-siap dengan kesiapan penuh.

“Ya Allah baikkanlah penutup hidup kami, dan wafatkan kami dimana Engkau ridha terhadap kami tanpa ada amarah, ya Allah kembalikan kami kepadaMu dengan Kembali yang Indah.

Aqulu ma Tasma’un Wa astaghfirullahal Azhim.

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abrar Ali Amran

Penerjemah Kemenag Tanah Datar

Sumber : https://www.alukah.net/sharia/1067/155311/ خطبة-النهاية-المحتومة-الموت

 11,186 total views,  2 views today

Berita Terkini
Peta Lokasi Kemenag Tanah Datar
Temukan Kami di Facebook

Statistik Pengunjung

0 6 0 4 9 6
Users Today : 6
Users Yesterday : 11
Views Today : 27
Views Yesterday : 83
Who's Online : 0
Your IP Address : 18.207.133.27

 


Jadwal Shalat Hari ini



Kategori Tulisan
Arsip Tulisan

 

Ikuti Kami di Twitter
Panel Login
Pencarian
Dokumentasi Kegiatan
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
Kakamenag ...
Kakanwil m...
Kemenag be...
Penyerahan...
Raker 01
Raker 02
Raker 03
Raker 04
Agenda Kegiatan
Juli 2022
S M T W T F S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
Info Keberangkatan Haji
Nomor Porsi
Tanggal Lahir
 Format Tanggal : dd-mm-yyyy
Contoh : 20-12-1958
 
 
* Perkiraan Berangkat dapat digunakan sehari setelah pendaftaran